Profinsi Sumatra Barat
Provinsi Sumatera Barat
Nama kelompok:
1. Anin Aprilia
2. Dewa Komang Rajendriya Pawana
3. Muhammad Zaky Hidayah
Berdasakan Sumber Dari sumbaprov.go.id
ASAL USUL SUMATERA BARAT - SEJARAH MINANG KABAU
Sumatera Barat adalah Propinsi yang mempunyai sejarah panjang, dimana setiap sejarahnya mempunyai makna tersendiri bagi masyarakat Minangkabau.
Asal usul Sumatera Barat. Siapa yang tidak mengenal suku Minang ?. Suku ini merupkan salah satu suku yang terkenal dengan cerita rakyatnya yang begitu melegenda diseluruh tanah air. Suku Minang berada di Sumatera Barat salah satu Propinsi yang terletak di sepanjang pesisir pulau Sumatera. Padang sebagai ibu kota Sumatera Barat dikenal dengan masakannya yang khas dan dominan bumbu asli dari rempah – rempah Indonesia.
Propinsi dengan jumlah penduduk 4.864.909 jiwa ini memang dominan dihuni oleh masyarakat yang beretnis Minang, karena itu wajar saja jika Sumatera Barat dikenal lewat suku Minangkabau. Namun Propinsi yang begitu elok ini tentu memiliki sejarah tersendiri. Bagaimana asal - usul Sumatera Barat ?. Awal mulnya Minangkabau.
Sejarah bermula pada masa nkerajaan Adityawarman, yang merupakan tokoh penting Minangkabau. Seorang Raja yang tidak ingin disebut sebagai Raja, pernah memerintah di Pagaruyuang, daerah pusatkerajaan Minangkabau, selain itu beliau juga orang pertama yang memperkenalkan sistim kerajaan di Sumatera Barat.
Sejak Pemerintah Raja Adityawarman tepatnya pertengahan abad ke – 17, Propinsi ini lebih terbuka dengan dunia luar khususnya Aceh. Karena hubungan dengan Aceh yang semakin intensif melalui kegiatan ekonomi masyarakat, akhirnya mulai berkembang nilai baru yang menjadi landasan sosial budaya masyarakat Sumatera Barat.
Penduduk Sumatera Barat dihuni oleh mayoritas oleh suku Minangkabau. Selain suku Minang, diwilayah Pasan dihuni oleh Suku Mandailing dan suku Batak. Awal munculnya penduduk suku tersebut pada abad ke 18 masa Perang Paderi. Daerah Padang Gelugur, Luang Silaut dan Sitiung yang merupakan daerah transmigasi terdapat juga suku Jawa. Sebagian di daerah tersebut terdapat penduduk Imigran keturunan Suriname yang kembali memilih pulang ke Indonesia pada akhir 1950 an. Para imigran tersebut ditepatkan di daerah Sitiung. Mayoritas penduduk suku Mentawai juga berdomisili di kepulauan Mentawai dan sangat jarang di temui penduduk suku Minangkabau. Beberapa suku lainnya seperti etnis Tionghoa memilih menetap di Kota – kota besar seperti Bukittinggi, Padang dan Payakumbuh. Suku Nias dan Tamil sendiri berada di daerah Pariaman dan Padang walaupun dalam jumlah yang sedikit.(TGA)
BATAS-BATAS PROVINSI SUMATRA BARAT
Secara astronomis, Sumatra Barat terletak antara 00.54’ Lintang Utara dan 30.30’ Lintang Selatan dan antara 98.36’−101.53’ Bujur Timur dan dilalui oleh garis ekuator atau garis khatulistiwa. Berdasarkan posisi geografisnya, Provinsi Sumatera Barat memiliki batas-batas: Utara – Provinsi Sumatra Utara dan Riau; Selatan - Samudera Hindia; Barat - Samudera Hindia; Timur – Provinsi Jambi dan Bengkulu. (Sumber:https://langgam.id/provinsi-sumatra-barat/)
PAHLAWAN NASIONAL YANG BERASAL DARI SUMATRA BARAT
1. Mohammad Hatta
Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 12 Agutus 1902.
Bung Hatta merupakan pejuang kemerdekaan. Ia merupakan Wakil Presiden RI pertama Bersama dengan Soekarno dan Ahmad Soebardjo, Bung Hatta merumuskan naskah proklamasi. Ia mengusulkan isi paragraf kedua pada naskah tersebut. Bung Hatta wafat pada 14 Maret 1980 di Jakarta. Melalui Keppres No 81/TK/1986, Bung Hatta mendapat gelar Pahlawan Proklamator pada 23 Oktober 1966 bersama Bung Karno. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Bung Hatta pada 7 November 2012.
2.Abdul Muis Abdul Muis lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 3 Juli 1883. Abdul Muis adalah pejuang kemerdekaan sejak zaman Hindia Belanda. Pada zaman pergerakan, ia aktif dan turut bergabung dalam Serikat Islam yang dimotori oleh HOS Cokroaminoto. Bersama tokoh lainnya, Abdul Muis terus berjuang menentang Belanda melalui jalur perundingan politik. Abdul Muis mendapat gelar Pahlawann Nasional dari Presiden Soekarno pada tanggal 30 Agustus 1959. Baca juga: Biografi Mohammad Hatta, Wakil Presiden Indonesia Pertama Abdul Muis wafat pada tanggal 17 juni 1959 di Bandung.
3. Rasuna Said Rasuna Said lahir di Desa Panyinggahan, Maninjau, Agam, Sumatera Barat, pada 14 September 1910. Rasuna Said merupakan perempuan bangsawan Sumatera Barat yang memiliki nama lengkap Hajjah Rangkayo Rasuna Said. Rasuna Said merupakan perjuang kemerdekaan, terutama dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Ia merupakan orator ulung yang mengkritik pemerintah kolonial Belanda hingga dijuluki singa betina. Rasuna Said meninggal pada tanggal 2 November 1965 di Jakarta. Usulan gelar Pahlawan Nasional Rasuna Said disahkan pada tanggal 13 Desember 1974 berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No 084/TK/Tahun 1974. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
4. Tuanku Imam Bonjol Lihat Foto Tuanku Imam Bonjol pahlawan nasional dari Sumatera Barat.
Tuanku Imam Bonjol lahir di Bonjol, Luhak Agam, Pagaruyung, Sumatera Barat pada tanggal 1 Januari 1772. Tuanku Imam Bonjol merupakan pejuang kemerdekaan yang terkenal sebagai pemimpin kaum Padri di Bonjol. Ia memimpim kaum Padri untuk melawan Belanda. Di bawah kepemimpinannya, kaum Padri kembali bersatu dengan kaum adat melawan Belanda. Puncaknya, Tuanku Imam Bonjol ditangkap Belanda dan dibuang ke Jawa Barat. Kemudian, ia dipindahkan ke Ambon dan akhirnya ke Minahasa.
Tuanku Imam Bonjol wafat pada tanggal 8 November 1864 di tempat pengasingannya di Minahasa. Baca juga: Tuanku Imam Bonjol: Perjuangan, Perang Padri, dan Akhir Hidup Tuanku Imam Bonjol mendapatkan gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973 tanggal 6 November 1973.
5. Mohammad Yamin Mohammad Yamin lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat, 23 Agustus 1903. Mohammad Yamin memiliki peran penting dalam perjuangan melawan penjajah. Mohammad Yamin merupakan penggagas dan perumus Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda II pada tahun 1928. Ia wafat pada 17 Oktober 1962 di Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di Desa Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat. Gelar Pahlawan Nasional diberikan melalui Surat Keputusan Presiden RI 6 Novemebr 1973.
Sumber daya alam yang ada di Sumatra Barat adalah berupa batubara, batu besi, batu galena, timah hitam, seng, mangan, emas, batu kapur (semen), kelapa sawit, kakao, gambir dan hasil perikanan.
Perairan pantai barat dan Kepulauan Mentawai memiliki banyak kehidupan laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Nelayan dapat menangkap beragam jenis ikan di kawasan ini. Ikan kerapu, udang, rumput laut, kepiting, dan mutiara merupakan beberapa hasil perikanan laut andalan. Daerah pesisir pantai, terutama kawasan kepulauan, menghasilkan banyak kepala. Di daerah perbukitan dan pegunungan terdapat perkebunan karet, cengkih, dan lada. Kawasan pegunungan yang ditutupi hutan menghasilkan kayu. Medan yang berat karena banyaknya lereng perbukitan yang curam merupakan tantangan utama pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di daerah ini.
Bahan galian juga banyak terdapat di daerah ini. Salah satu yang telah banyak memberi manfaat bagi daerah ini adalah batuan kapur sebagai bahan dasar industri semen. PT Semen Padang telah memanfaatkan kekayaan alam ni selama puluhan tahun. Batu kapur banyak terdapat di sekitar Padang, daerah sekitar Danau Singkarak, dan Padangpanjang. Di Padangpanjang, deposit batu kapur yang dapat dieksploitasi mencapai 43 juta ton. Bahan galian lainnya adalah batu bara di Sawahlunto serta obsidian dan batu andesit di Padang Pariaman. Sumber air yang melimpah juga telah banyak memberi manfaat bagi pembangunan daerah ini. Perairan danau Singkarak dan Maninjau telah lama dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air. Sumber air ini juga memiliki potensi besar untuk diolah dan dikemas menjadi air mineral.

Komentar
Posting Komentar